Skip to main content

Membalas Sajak Nguyen Van Dinh

sumber: jypg.net

Humanity is not a theory but an action. 
Indonesian people have done to us Vietnamese refugees”. Nguyen Van Dinh

Nguyen jatuh berderai
menjadi laut, menjadi sungai
menjadi manusia layar
menembus lipatan ombak, cuaca kelam, terik beriak di laut china selatan.
Ia melaju jauh
waktu berlayar tegang 
waktu itu genderang perang ditabuh di seluruh pantai 
jangkar dilemparkan dibuntuti resah, prahara 
kecemasan yang membara.

waktu itu laut kejam menumbangkan
seorang anak kecil
wanita tua, pemuda lapar, orang-orang hiper

Nguyen penuh harap pada sisa nafas
tidak ada lagi batas teritorial negara 
ia dilenyapkan jarak antar benua, samudera, garis khatulistiwa
menggelayut dengan denting jam dinding
berpaut dengan maut.

perahu melaju menuju galang
menjadi rumah kedatangan orang Vietnam 

Nguyen tinggal diam
membatu di belantara karang 
dengan perahu, gelas berisi teh panas, semangkok keramahan 
ia diredam amarah, darah, asin laut galang.


Comments

Popular posts from this blog

Non Tunai di Dompetmu

sumber:  marketing.co.id Uang merupakan hal yang dibutuhkan oleh siapapun di dunia ini. Pasalnya, uang telah menjadi alat pembayaran yang digunakan untuk mendapatkan suatu barang melalui kegiatan jual beli. Karena itulah peran uang sebagai alat pembayaran sangat penting. Uang sebagai alat pembayaran tunai masih banyak digunakan. Namun, adanya jenis alat pembayaran non tunai bisa menggeser posisi uang tunai sebagai alat pembayaran. Fungsi uang   sebagai alat pembayaran memang tidak tergantikan karena uang merupakan satu-satunya alat pembayaran yang diakui di seluruh dunia. Namun, penggunaan uang sebagai alat pembayaran tunai terkadang menimbulkan masalah, karena uang tunai yang banyak dapat menarik seseorang untuk terlibat dalam kejahatan seperti kasus pencurian uang. Selain itu, uang tunai yang banyak juga merepotkan jika dibawa kemana-mana dalam bentuk uang tunai dan bisa memancing tindak kejahatan. Masalah ini m...

Cahaya yang Menerangi Malam-Malam Gelap

Jalan terjal yang telah kau tempuh begitu lama, menguras banyak tenaga, begitu banyak air mata yang tertumpah di antara semua tawa dan senyum yang selalu kulihat.  Aku membenci menjadi dewasa. Menjadi dewasa seringkali membuat air mata tertumpah. Aku membenci mencintai, tetapi bukankah kita hidup karena sebuah cinta yang tertanam begitu dalam? Tidak ada satupun perjalanan yang mudah dilalui. Tubuh ini mungkin telah lelah kau campakan begitu saja, yang tersisa hanya foto-foto kenangan kita. Setiap sudut di kota ini, di sana, ada kau sedang duduk dan menyapa dan menyakan begitu banyak tentang rencana-rencana kita yang kini telah menjadi ingatan masa lalu.  Apakah kau masih mengingatnya? Genggaman tangan mungkin terlepas dari dirimu, aku terus menjalani hari-hari dengan penuh kesibukan, ketika ingin tertidur, aku selalu merindukan kau yang begitu jauh tetapi juga begitu di dalam diri.  Kemarin, saya berulang tahun, apakah kau mengingatnya? Tidak ada kebahagian di baw...